Khazanah Tajwid

Mutamatsilaan, Mutaqaribaan, dan Mutajaanisaan

Pelajari kaidah dan cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Daftar Pembahasan

1

Pembahasan

Mutamatsilaan, Mutaqaribaan, dan Mutajaanisaan

Definisi & Hukum Bacaan

  • Mutamatsilaan: Bacaan yang memiliki huruf yang sama dan berurutan. Hukum bacaan ini menuntut kita untuk memanjangkan bacaan dengan cara yang benar.
  • Mutaqaribaan: Bacaan yang memiliki huruf yang hampir sama, tetapi berbeda dalam satu titik atau harakat. Bacaan ini juga perlu diperhatikan agar tidak salah dalam pemanjangan.
  • Mutajaanisaan: Bacaan yang memiliki huruf yang berbeda tetapi memiliki sifat yang sama, seperti dua huruf yang sama-sama berharakat sukun. Hukum bacaan ini juga mengharuskan kita untuk membaca dengan benar sesuai dengan aturan tajwid.

Cara Membaca

  • Mutamatsilaan dibaca dengan cara memanjangkan huruf yang sama selama dua hingga enam harakat, tergantung pada konteks dan aturan bacaan.
  • Mutaqaribaan dibaca dengan memperhatikan perbedaan yang sangat halus antara huruf, tetap menjaga kejelasan dan ketepatan suara.
  • Mutajaanisaan perlu dibaca dengan penekanan pada sifat yang sama dari huruf yang berbeda, sehingga tetap terdengar jelas.

CONTOH-CONTOH LENGKAP

  • Mutamatsilaan:

    • Contoh:
      • آية الكرسي (Ayat Al-Kursi)
        • Arab: اللهُ لا إلهَ إلّا هُوَ الحَيّ القَيّومُ
        • Latin: Allahu la ilaha illa huwa al-hayyul qayyum.
  • Mutaqaribaan:

    • Contoh:
      • Surah Al-Fatihah (1:1)
        • Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
        • Latin: Bismillahir-Rahmanir-Rahim.
  • Mutajaanisaan:

    • Contoh:
      • Surah Al-Baqarah (2:2)
        • Arab: ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛفِيهِ
        • Latin: Dhalika al-kitabu la raiba fihi.

Dengan memahami ketiga jenis bacaan ini, kita dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an dan memperdalam pemahaman kita tentang tajwid.

Rujukan: Tuhfatul Athfal
2

Pembahasan

Definisi & Hukum Bacaan
Mutamatsilaan, Mutaqaribaan, dan Mutajaanisaan adalah istilah dalam tajwid yang berkaitan dengan hukum bacaan huruf-huruf yang memiliki kesamaan atau keselarasan dalam sifatnya.

  • Mutamatsilaan: Bacaan yang terdiri dari dua huruf yang sama. Hukum bacaan ini memerlukan pengulangan suara dari huruf yang sama dengan cara yang jelas.

  • Mutaqaribaan: Bacaan yang terdiri dari dua huruf yang berbeda tetapi memiliki sifat yang dekat atau serupa. Hukum bacaan ini menyarankan untuk mengedepankan pelafalan yang menyerupai.

  • Mutajaanisaan: Bacaan yang terdiri dari dua huruf yang berbeda tetapi memiliki sifat yang sama. Hukum bacaan ini juga mengharuskan pelafalan yang jelas meskipun hurufnya berbeda.

Cara Membaca

  • Untuk Mutamatsilaan, bacalah dengan menekankan pada huruf yang sama dan menghasilkan suara yang tegas.
  • Untuk Mutaqaribaan, bacalah dengan memperhatikan kesamaan sifat huruf dan jangan terlalu jauh dari pelafalan asal.
  • Untuk Mutajaanisaan, bacalah dengan memperhatikan kesamaan sifat walaupun huruf berbeda, menjaga kejelasan suara.

CONTOH-CONTOH LENGKAP

  • Mutamatsilaan:

    • Contoh: "مَمْلَكَةٌ" (Mamlakatu)
    • Bacaan: "مَمْلَكَةٌ" (Mamlakatu) diulang dua kali menekankan pada huruf م.
  • Mutaqaribaan:

    • Contoh: "قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ" (Qul Huwa Allahu Ahad)
    • Bacaan huruf ق dan ح, meskipun berbeda tetapi memiliki sifat yang dekat.
  • Mutajaanisaan:

    • Contoh: "يَسْتَجِيبُ لَهُ من دَعَاهُ" (Yastajiibu lahu man da'ahu)
    • Bacaan huruf ي dan د, memiliki sifat yang sama meski berbeda huruf.

Dengan memahami ketiga istilah ini, kita dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih baik dan memahami keindahan tajwid.

Rujukan: Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah