Hukum Tanwin dan Nun Sukun
Definisi & Hukum Bacaan
- Tanwin adalah tanda baca yang terdiri dari dua huruf nun (ن) di akhir kata, yang menunjukkan bahwa kata tersebut adalah kata benda yang tidak tertentu. Tanwin ada tiga jenis: fathah ( ٌ ), dhammah ( ٌ ), dan kasrah ( ٌ ).
- Nun Sukun adalah huruf nun (ن) yang tidak diikuti oleh huruf vokal (harakat). Hukum bacaan nun sukun dan tanwin sangat penting dalam tajwid, karena ada beberapa hukum yang harus diperhatikan saat membacanya.
Cara Membaca
-
Hukum Idgham: Ketika nun sukun bertemu dengan huruf-huruf tertentu, maka bunyi nun sukun akan dilebur (disamarkan) ke dalam huruf berikutnya. Ada dua jenis idgham:
- Idgham Bighunnah: Ditegaskan bunyi ghunnah (nada) saat membaca. Huruf yang termasuk adalah: ي, ن, م, و. Contoh:
- كَانَتْ مُتَكَاثِرَةً (Kānati mutakāthirah)
- Idgham Bilaghunnah: Tidak ada bunyi ghunnah. Huruf yang termasuk adalah: ل, ر. Contoh:
- مَنْ رَّجُلٌ (Man rajulun)
- Idgham Bighunnah: Ditegaskan bunyi ghunnah (nada) saat membaca. Huruf yang termasuk adalah: ي, ن, م, و. Contoh:
-
Hukum Iqlab: Ketika nun sukun bertemu dengan huruf ب (b), maka bunyi nun sukun berubah menjadi م (m) dan dibaca dengan ghunnah. Contoh:
- مِن بَعْدِ (Min ba'di)
-
Hukum Ikhfa': Nun sukun atau tanwin yang diikuti oleh huruf-huruf tertentu harus dibaca samar (ikhfa'). Huruf-huruf yang termasuk adalah: ت, ث, ج, د, ذ, ز, س, ش, ص, ض, ط, ظ, ع, غ, ف, ق, ك, هـ. Contoh:
- مِنْ قَبْلِ (Min qabli)
-
Hukum Waajib: Ketika ada tanwin yang bertemu dengan huruf-huruf tertentu, kita harus membacanya dengan jelas. Contoh:
- مُتَكَاثِرَةً (Mutakāthirah)
CONTOH-CONTOH LENGKAP
-
Ayat dengan Tanwin:
- أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ (Alaysa Allāhu bikāfin 'abduh)
- إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (Inna al-insāna lafī khusrin)
-
Kata dengan Nun Sukun:
- مَنْ عَمِلَ صَالِحًا (Man 'amila ṣāliḥan)
- لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا (Lā taḥsabanna alladhīna kafarū)
Dengan memahami hukum-hukum ini, pembaca akan lebih mudah dalam melafalkan bacaan Al-Qur'an dengan benar sesuai tajwid.