Khazanah Tajwid

Hukum Tanwin dan Nun Sukun

Pelajari kaidah dan cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Daftar Pembahasan

1

Pembahasan

Hukum Tanwin dan Nun Sukun

Definisi & Hukum Bacaan

  • Tanwin adalah tanda baca yang terdiri dari dua huruf nun (ن) di akhir kata, yang menunjukkan bahwa kata tersebut adalah kata benda yang tidak tertentu. Tanwin ada tiga jenis: fathah ( ٌ ), dhammah ( ٌ ), dan kasrah ( ٌ ).
  • Nun Sukun adalah huruf nun (ن) yang tidak diikuti oleh huruf vokal (harakat). Hukum bacaan nun sukun dan tanwin sangat penting dalam tajwid, karena ada beberapa hukum yang harus diperhatikan saat membacanya.

Cara Membaca

  1. Hukum Idgham: Ketika nun sukun bertemu dengan huruf-huruf tertentu, maka bunyi nun sukun akan dilebur (disamarkan) ke dalam huruf berikutnya. Ada dua jenis idgham:

    • Idgham Bighunnah: Ditegaskan bunyi ghunnah (nada) saat membaca. Huruf yang termasuk adalah: ي, ن, م, و. Contoh:
      • كَانَتْ مُتَكَاثِرَةً (Kānati mutakāthirah)
    • Idgham Bilaghunnah: Tidak ada bunyi ghunnah. Huruf yang termasuk adalah: ل, ر. Contoh:
      • مَنْ رَّجُلٌ (Man rajulun)
  2. Hukum Iqlab: Ketika nun sukun bertemu dengan huruf ب (b), maka bunyi nun sukun berubah menjadi م (m) dan dibaca dengan ghunnah. Contoh:

    • مِن بَعْدِ (Min ba'di)
  3. Hukum Ikhfa': Nun sukun atau tanwin yang diikuti oleh huruf-huruf tertentu harus dibaca samar (ikhfa'). Huruf-huruf yang termasuk adalah: ت, ث, ج, د, ذ, ز, س, ش, ص, ض, ط, ظ, ع, غ, ف, ق, ك, هـ. Contoh:

    • مِنْ قَبْلِ (Min qabli)
  4. Hukum Waajib: Ketika ada tanwin yang bertemu dengan huruf-huruf tertentu, kita harus membacanya dengan jelas. Contoh:

    • مُتَكَاثِرَةً (Mutakāthirah)

CONTOH-CONTOH LENGKAP

  • Ayat dengan Tanwin:

    • أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ (Alaysa Allāhu bikāfin 'abduh)
    • إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (Inna al-insāna lafī khusrin)
  • Kata dengan Nun Sukun:

    • مَنْ عَمِلَ صَالِحًا (Man 'amila ṣāliḥan)
    • لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا (Lā taḥsabanna alladhīna kafarū)

Dengan memahami hukum-hukum ini, pembaca akan lebih mudah dalam melafalkan bacaan Al-Qur'an dengan benar sesuai tajwid.

Rujukan: Tuhfatul Athfal
2

Pembahasan

Definisi & Hukum Bacaan
Tanwin adalah tanda baca yang berupa huruf nun (ن) yang ditambahkan di akhir kata, yang biasanya terdapat pada kata benda dan berfungsi sebagai penanda bahwa kata tersebut adalah kata yang tidak terdefinisi. Ada tiga jenis tanwin:

  • Tanwin Fathah (ً)
  • Tanwin Kasrah (ٍ)
  • Tanwin Dhammah (ٌ)

Nun Sukun adalah huruf nun (ن) yang tidak diikuti oleh harakat (vokal). Hukum bacaan Tanwin dan Nun Sukun memiliki beberapa hukum tajwid yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Idgham: Menggabungkan bunyi, yang terjadi ketika Tanwin atau Nun Sukun bertemu dengan huruf-huruf tertentu.
  2. Iqlab: Mengubah bunyi, terjadi ketika Nun Sukun bertemu dengan huruf Ba (ب).
  3. Ikhfaa: Menyembunyikan bunyi, berlaku ketika Nun Sukun bertemu dengan huruf-huruf tertentu tanpa mengucapkan bunyi nun.

Cara Membaca

  • Idgham: Jika Tanwin atau Nun Sukun bertemu dengan huruf-huruf seperti: ي, م, و, ن, maka dibaca dengan menggabungkan bunyi.
  • Iqlab: Jika Nun Sukun bertemu dengan huruf Ba (ب), maka diucapkan dengan mengganti bunyi Nun menjadi bunyi Mim (م).
  • Ikhfaa: Jika bertemu dengan huruf-huruf lainnya, maka dibaca dengan sembunyi atau tidak mengucapkan bunyi Nun.

CONTOH-CONTOH LENGKAP:

  1. Tanwin Fathah:

    • كِتابًۭا (Kitaban)
    • مَكْتُوبًۭا (Maktuban)
  2. Tanwin Kasrah:

    • كِتابٍ (Kitabin)
    • مَكْتُوبٍ (Maktubin)
  3. Tanwin Dhammah:

    • كِتابٌ (Kitabun)
    • مَكْتُوبٌ (Maktubun)
  4. Idgham:

    • مَنْ رَحِمَ (Man Rahima) dibaca menjadi مَرَحِمَ (Marahima)
  5. Iqlab:

    • كَانَ (Kana) نَارٍ (Narin) menjadi كَانَ مَارٍ (Kana Marin)
  6. Ikhfaa:

    • مِنْ مَسْجِدٍ (Min Masjidin) dibaca dengan menyembunyikan bunyi nun
    • مِنْ قَوْمٍ (Min Qawmin) juga dengan cara yang sama.
Rujukan: Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah